Penulis: Dini Oktaviani Rahayu/Magang

Puasa bagi umat muslim adalah suatu ibadah yang wajib dilakukan. Rukun ketiga setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan shalat ini memiliki keistimewaan yang di mana, Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya dan Allah Ta’ala sendiri yang akan membalas pahalanya.
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari no. 1761 dan Muslim no. 1946).
Selain balasan pahala, ternyata menahan lapar dan haus selama lebih dari 10 jam tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Mengutip dari RS Pondok Indah dan Alo Dokter, ada beberapa manfaat berpuasa bagi tubuh kita yang tidak kita sadari sebelumnya. Berikut sembilan diantaranya:
1. Menurunkan berat badan
Manfaat berpuasa bagi kesehatan adalah menurunkan berat badan. Poin ini yang kerap digunakan sebagai metode untuk diet, karena berpuasa memiliki kemiripan dengan intermittent fasting. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori dan lemak juga ikut meningkat. Hal ini akan memicu terjadinya penurunan berat badan dan mencegah terjadinya obesitas.
2. Memperbaiki Metabolisme dan Mengendalikan nafsu makan
Meskipun asupan makanan atau minuman sangat terbatas ketika sedang berpuasa, tubuh tetap memperoleh energi yaitu dengan cara menyerap jaringan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Hal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga, tubuh akan tetap bertenaga selama menjalani puasa.
Menariknya, ketika berpuasa tubuh kita bisa mengendalikan rasa lapar. Pasalnya, produksi hormon ghrelin, yakni hormon yang merangsang rasa lapar, akan berkurang sehingga kita akan kurang merasa lapar dibandingkan dengan ketika tidak berpuasa. Sebaliknya, hormon leptin atau hormon yang memberi sinyal rasa kenyang akan meningkat. Jadi, kita akan cepat merasa kenyang ketika berbuka puasa meskipun hanya makan sedikit saja.
3. Mengurangi risiko terkena diabetes
Manfaat puasa lainnya adalah menurunkan resiko terkena diabetes. Hal ini berkaitan dengan efek puasa yang dapat merangsang perbaikan metabolisme tubuh dan meningkatkan kinerja insulin, serta membantu mencegah resistensi insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
4. Menjaga kesehatan jantung
Seseorang yang berpuasa memiliki resiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dibanding dengan orang yang tidak berpuasa. Hal ini diduga karena orang yang berpuasa bisa mengatur pola makannya dengan lebih sehat, tidak mendapatkan asupan kolesterol dan kalori berlebihan, serta memiliki metabolisme yang lebih baik. Oleh karena itu, puasa bisa dilakukan sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung.
5. Meningkatkan fungsi otak
Puasa diketahui memiliki kaitan erat dengan memperlambat terjadinya gangguan pada otak dan sistem saraf. Karena dengan berpuasa, tubuh meningkatkan produksi protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang merangsang pembentukan sel saraf baru serta beralih menggunakan ketone sebagai bahan bakar otak yang lebih stabil daripada glukosa. Dengan begitu, puasa bisa membuat seseorang lebih fokus untuk melakukan berbagai hal.
6. Mendetoksifikasi tubuh
Selama berpuasa seseorang hanya makan ketika sahur dan berbuka puasa, momen ini bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk mengistirahat organ pencernaan sehingga tubuh bisa membersihkan racun atau melakukan detoksifikasi.
7. Mengurangi peradangan
Saat berpuasa, tubuh akan meningkatkan kadar asam arakidonat, yakni bahan kimia yang bisa menghambat peradangan. Karena asam arakidonat berperan dalam menekan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh yang memicu peradangan berlebih, sehingga respon inflamasi di dalam jaringan menjadi lebih terkendali.
Dengan manfaat ini, sel-sel sehat di dalam tubuh tidak akan mudah rusak sehingga seseorang tidak mudah mengalami penyakit yang disebabkan oleh peradangan, seperti radang sendi atau radang tenggorokan, bahkan bisa mencegah kanker.
8. Meningkatkan daya tahan tubuh
Banyak orang mengira bahwa puasa membuat tubuh lemas sehingga tubuh bisa mudah sakit. Padahal, menahan haus dan lapar lebih dari 10 jam mampu memperbaiki sistem kekebalan tubuh, meregenerasi bahkan meningkatkan fungsi sel imun dalam melawan infeksi.
Sahur serta berbuka puasa dengan makanan sehat yang kaya gizi dan cukup beristirahat, ibadah puasa pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga kita tidak mudah sakit dan mampu berpuasa selama sebulan penuh.
9. Memperlambat proses penuaan
Puasa yang diimbangi dengan konsumsi makanan sehat dan padat nutrisi bisa membantu memperlambat proses penuaan dan mengurangi risiko penyakit terkait usia.
Selain itu, puasa juga dapat menjaga sel-sel tubuh tetap sehat sehingga tidak mudah mengalami kerusakan yang membuat tubuh lebih cepat tua.
Dengan segudang manfaat tersebut, ibadah puasa bukan sekadar kewajiban spiritual, melainkan momentum terbaik untuk investasi kesehatan jangka panjang bagi fisik kita.