5 Manfaat Zikir untuk Kesehatan Mental

(Sumber Foto: Pinterest)

Penulis: Farhan Fitra Hillah

Kesehatan mental menjadi topik hangat yang akan selalu dibicarakan oleh masyarakat di era modern. Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga stabilitas emosi ketika berbagai tekanan hidup menghampiri. Salah satu cara yang Islam tawarkan adalah dengan cara berzikir.

Zikir merupakan kegiatan mengingat dan memuji Allah. Bentuk zikir yang paling sederhana ialah mengucapkan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (Laa ilaaha ilallah). Aktivitas ini diyakini dapat menghadirkan kedamaian hati sesuai dengan firman-Nya dalam surat Ar-Ra’du ayat 28 yang berbunyi:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

Alladzîna âmanû wa tathma’innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma’innul-qulûb

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram”

Kesejahteraan batin penting dimiliki oleh individu dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Berbagai gangguan pada mental seseorang dapat menjadi penghalang untuk mewujudkan ketenangan jiwa. Sebut saja, seperti stres memuncak, cemas yang kian berlarut, serta pikiran yang semrawut merupakan isyarat dari kesehatan mental yang belum terawat.

Dilansir dari laman prudential syariah, berikut ini lima manfaat zikir untuk kesehatan mental:

1. Menurunkan tingkat stres

Dengan pengucapan kalimat-kalimat suci kepada Allah, dzikir mampu mengurangi jumlah hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini merupakan “hormon stres” yang berperan dalam respons tubuh ketika stres muncul. Dzikir meredakan rasa cemas dan menentramkan pikiran melalui kalimat-kalimat pujian yang menenangkan.

2. Meningkatkan fungsi kognitif

Melalui zikir, seseorang dilatih untuk fokus dan hadir pada momen saat ini. Kebiasaan tersebut membantu meningkatkan konsentrasi dan kejernihan dalam berpikir, baik dalam belajar maupun bekerja. Otak seseorang yang mudah fokus dan dapat menjalankan fungsi kognitifnya merupakan tolak ukur dari kesehatan mental yang terjaga.

3. Membuat hati tenang

Zikir mendatangkan kedamaian jiwa di dalam diri seseorang. Secara psikologis, zikir mengendurkan saraf-saraf yang tegang. Pengulangan kalimat-kalimat bermakna positif dan penuh akan harapan dapat menenangkan sistem saraf dan menciptakan rasa aman dalam diri. Seseorang tidak akan mudah untuk tersulut emosi. Rasa tenang ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesejahteraan emosional dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup.

4. Membangun suasana positif

Suasana positif dapat terpancar dari kondisi mental yang seseorang rasakan. Jika seseorang rutin melakukan zikir niscaya ia akan selalu merasa sulit untuk marah. Ketenangan ini juga berujung pada perasaan bahagia. Dengan terciptanya suasana mental yang positif, hubungan sosial dapat terjalin harmonis dan kualitas hidup meningkat.

5. Memperbaiki kualitas tidur

Menerapkan dzikir sebelum tidur dapat menghasilkan kualitas istirahat yang lebih optimal. Seseorang mudah untuk memasuki fase tidur apabila diselingi dengan berzikir. Tubuhnya menjadi lebih rileks dan tidur semakin nyenyak, sehingga lebih segar saat bangun tidur.

Pada hakikatnya, zikir bukan hanya ritual keagamaan, tetapi ia juga merupakan cara untuk mencapai kesehatan mental yang efektif. Lafadz-lafadz yang diucapkan sejalan dengan pikiran dan perasaan mampu membawa dampak kuat pada diri seseorang. Zikir memang bekerja dengan suara yang lirih, namun efeknya bergema kuat pada mental seseorang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top