
Penulis: Farhan Fitra Hillah
Bacaan fiksi sering dianggap sepele oleh beberapa orang karena isinya hanya berupa imajinasi penulis alias tidak nyata. Namun, buku fiksi tidak sesederhana itu. Penulis membutuhkan riset yang mendalam, memahami konteks, dan merangkai tiap kalimat agar padu, masuk akal, serta menyentuh emosi pembaca. Misalnya, novel sejarah yang membutuhkan pemahaman tentang realitas yang kompleks dan dinamika masa lalu.
Ketika seseorang membaca fiksi, ia tidak hanya sekadar membaca, tetapi bacaan tersebut merupakan cerminan dari dunia realitas. Oleh karena itu, seseorang dapat menerima timbal baliknya juga dalam dunia nyata. Membaca fiksi baik dalam bentuk cerpen, novel, dongeng, puisi, dan lainnya menyimpan banyak manfaat bagi seseorang dalam kehidupan.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat membaca fiksi:
1. Meningkatkan Rasa Empati
Bacaan fiksi menjadi salah satu cara untuk meingkatkan rasa empati. Misalnya, kita ikut merasakan apa yang suatu tokoh rasakan dalam novel atau cerpen. Tokoh yang gembira, sedih, kecewa, marah, dan emosi lainnya tersalurkan dalam cerita yang disajikan. Raymond A. Mar, seorang psikolog dan peneliti Universitas York, Toronto, mengungkapkan bahwa membaca cerita dalam fiksi akan mengaktifkan bagian otak yang berfungsi untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain.
2. Memperkaya Kosakata dan Tata Bahasa
Penulis yang baik akan memerhatikan diksi dan tata bahasa yang digunakan dalam karya-karyanya. Bacaan fiksi menyediakan media tersebut untuk diisi dengan bermacam diksi, metafora, dan gaya bahasa yang jarang ditemui dalam percakapan sehari-hari. Tema bacaan fiksi yang beragam pun memungkinkan pembaca mengetahui istilah-istilah baru, misalnya mengangkat corak budaya hingga isu lingkungan.
Penelitian yang dilakukan Emory University, menjelaskan bacaan fiksi mengaktifkan wilayah otak temporal cortex kiri yang berfungsi untuk meningkatkan pemahaman tata bahasa, terutama fiksi bertema fantasi.
3. Mengasah Daya Ingat
Bacaan fiksi mengajak kita untuk mengingat setiap tokoh, tempat, dan suasana yang hadir dalam karyanya dengan bumbu kreativitas. Sehingga ingatan dapat lebih mengikat kuat secara emosional.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan hasil pembaca fiksi memiliki kecenderungan untuk mengidap Alzheimer yang lebih rendah. Seorang pembaca terhitung memiliki penurunan mental sebanyak 32% lebih rendah dibanding dengan orang yang tidak rutin membaca.
4. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas
Salah satu manfaat yang pastinya akan dirasakan oleh pembaca adalah berkembangnya daya imajinasi dan kreativitas. Media dalam bentuk tulisan secara tidak langsung memaksa kita untuk memvisualisasikan dunia dan karakter yang ada di dalamnya. Seseorang kemudian dapat terpantik jiwa kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu. Ia bisa membuat tulisan-tulisan menarik seperti cerpen setelah terinspirasi dari suatu bacaan tersebut.
5. Meredakan Stress
Menikmati karya fiksi kadang menjadi pelarian seseorang ketika merasakan stres di dunia nyata. Tokoh, alur, dan latar yang menarik serta unik membuat pembaca senang untuk mengikutinya. Seiring dengan itu, maka tingkat stres pun mereda. Bacaan fiksi menjadi salah satu cara sederhana untuk melawan ketegangan emosional yang singgah dalam kepala kita.
6. Tidur Lebih Berkualitas
Membaca menjadi cara ampuh untuk masuk ke dalam fase tidur. Banyak buku fiksi yang membawa kedamaian pada hati sehingga membuat tubuh lebih rileks. Kemudian, seseorang lebih mudah untuk terlelap.
Membaca buku fiksi dinilai efektif dapat menurunkan hormon kortisol. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari University of Sussex yang menjelaskan bahwa membaca buku, dalam waktu 6 menit dapat mengurangi kadar stress hingga 68%.