Antara Azan dan Iqamah: Waktu Mustajab untuk Berdoa

(Sumber: Freepik)

Penulis: Farhan Fitra Hillah/Magang

Doa merupakan kegiatan mulia yang dapat dilakukan kapan dan dimana pun selama tidak berada di tempat dan waktu yang diharamkan. Perintah untuk berdoa tertuang dalam QS. Ghafir ayat 60 yang menjelaskan hamba yang berdoa niscaya diberi hidayah dan anugerah nikmat oleh Allah. Namun, perlu dicatat bahwa ada waktu mustajab untuk berdoa yang kerap terlewat dan luput oleh sebagian muslim. Keutamaan waktu berdoa tersebut adalah rentang antara azan dan iqamah.

Mustajab berasal dari bahasa Arab, yakni istijabah yang memiliki arti lekas, manjur, mujarab, atau berpotensi besar dikabulkan dengan cepat. Waktu antara setelah azan dan sebelum iqamah kadang kita isi dengan hal-hal yang kurang berfaedah. Padahal, rentang waktu tersebut merupakan salah satu waktu yang menyimpan keberkahan. Dari riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ:

إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، فَادْعُوا

“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa (yang dipanjatkan) di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah (di waktu itu).” (HR. Ahmad no. 12584).

Selain itu, dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa itu tidak tertolak (jika dipanjatkan di antara) adzan dan iqamah.” (HR. Tirmidzi no. 212 dan 3595).

Sesuai hadis di atas, melakukan amalan doa di sela waktu sebelum iqamah merupakan doa yang mustajab dan tidak tertolak. Maka sebagai kaum muslim hendaknya kita memanfaatkan waktu tersebut untuk mengangkat kedua tangan kita, bersimpuh memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah.

Doa yang dilantunkan ketika berada pada waktu sebelum iqamah dapat berupa zikir (istigfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir), shalawat, atau doa memohon keselamatan dunia akhirat. Dikutip dari detik.com, berikut doa yang dapat dilafadzkan saat waktu antara azan dan iqamah:

Hadis dari Jabir bin Abdullah berbunyi:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini, dan salat yang akan didirikan, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkan untuknya kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.” (HR Bukhari).

Selain doa, Nabi ﷺ juga menganjurkan untuk membaca shalawat. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya menyebutkan sholawat Ibrahimiyah yang berbunyi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ جَيْدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung. Ya Allah, berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung.”

Selain doa dan shalawat di atas, seorang muslim dapat berdoa sesuai dengan harapan dan kondisi kehidupan yang sedang dialaminya.

Sebagai umat Islam sudah sepatutnya menjadikan segala kesempatan untuk menjadi ladang pahala dan niat ibadah kepada Allah SWT. Jangka waktu antara azan dan iqamah memang tidak terlalu lama, tetapi menyimpan banyak makna melalui berdoa. Waktu yang singkat untuk berdoa nyatanya sangat berharga dalam pandangan Islam dan diberi keistimewaan tersendiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top