
Penulis: Farhan Fitra Hillah/Magang
Ringan di lisan, berat di timbangan amalnya. Itulah shalawat. Secara garis besar shalawat adalah bentuk pujian atau doa kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya untuk memohon limpahan keberkahan, kehormatan, dan rasa cinta seorang Muslim kepada Rasulullah.
Shalawat memiliki banyak keberkahan. Ada bermacam-macam bacaan shalawat, baik yang pendek maupun panjang. Keduanya sama-sama mengandung amal kebaikan. Salah satu contoh shalawat yang paling umum diucapkan ialah yang sering kita lantunkan dalam tasyahud akhir dalam salat, yakni “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.”
Dalil utama shalawat tertulis dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Dengan mengucap shalawat, niscaya seseorang mendapatkan banyak keutamaan. Dilansir dari detik.com dalam buku Mukjizat Shalawat karya Habib Abdullah Assegaf dan Indriya mengutip dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Shalawat Nabi SAW, berikut keutamaan shalawat:
1. Shalawat merupakan perintah dari Allah untuk memberi penghormatan pada Nabi seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.
2. Orang yang bershalawat mendapatkan balasan 10 shalawat dari Allah. Hal ini tertuang dalam hadis berikut:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim).
3. Diangkat derajatnya sebanyak sepuluh tingkatan dan dihapus sepuluh dosanya oleh Allah. Sebagaimana hadis riwayat An-Nasa’i:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.” (HR An Nasa’i).
4. Mendapatkan shalawat dari malaikat sesuai dalam hadis riwayat Baihaqi, Nabi bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ مَا صَلَّى عَلَيَّ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ
“Siapa yang bershalawat bagiku maka para malaikat akan bershalawat baginya selama ia bershalawat bagiku. Maka silahkan (terserah) bagi seorang hamba untuk sedikit bershalawat atau memperbanyaknya.” (HR Baihaqi).
5. Dicukupkan segala urusannya di dunia dan akhirat, tertulis dalam:
قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ جَعَلْتُ صَلَاتِي كُلَّهَا عَلَيْكَ؟ قَالَ: إِذًا يَكْفِيَكَ اللَّهُ، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، مَا أَهَمَّكَ مِنْ دُنْيَاكَ وَآخِرَتِكَ
Seorang lelaki berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu jika aku jadikan doaku semuanya adalah untuk bershalawat padamu.” Maka Nabi bersabda, “Jika demikian maka Allah akan mencukupkan semua keinginanmu baik dalam urusan dunia maupun akhirat.”(HR Ahmad)
6. Mendatangkan syafaat Nabi bagi orang yang sering membaca shalawat
وعن عبدِ الله بن عمرو بن العاص رضي الله تعالى عنهما أنّه سَمِعَ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إذا سَمِعْتُمُ النِدَاءَ فقولوا مثلَ ما يقولُ، ثمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فإنّه مَنْ صَلّى عَلَيَّ صلاةً صلى اللهُ عليه بها عَشْرَا، ثمّ سلوا اللهَ ليَ الوَسِيْلَةَ، فإنّها مَنْزِلَةٌ في الجنّة لا تنبغي إلاّ لِعَبْدٍ مِنْ عباد الله، وأرجو أن أكونَ أنا هو، فَمَنْ سألَ لِيَ الوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَفَاعَةَ» (مسلم)،
Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat.” (HR Muslim).
7. Shalawat membuat seorang Muslim dekat dengan Rasulullah
أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً
“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).
Selain tujuh poin di atas, shalawat masih banyak menyimpan keutamaan dan keajaiban. Shalawat bisa kita lakukan di mana pun dan kapan pun, asal tidak berada di tempat yang najis atau tidak pantas seperti kamar mandi.
Pujian yang kita sampaikan merupakan bentuk kecintaan dan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat yang kita ucapkan dapat menembus waktu di masa depan untuk mencapai puncak keberkahan. Di balik kesederhanaan dalam melisankannya, shalawat merupakan keajaiban paling indah yang lahir ke dunia.