Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujaadilah [58] : 11).

Saudaraku, Allah Swt. berjanji akan meninggikan derajat orang yang
beriman dan berilmu. Semoga kita termasuk pecinta ilmu, karena dengan
ilmulah iman menjadi kuat, amal jadi melimpah, hidup pun lebih
berderajat.

Namun, ada hal yang memprihatinkan, karena ada juga orang yang
berilmu, bahkan gelar akademiknya banyak, tapi kejahatannya juga banyak.
Kepolisian pernah menangkap seorang bergelar profesor hukum, jabatannya
wakil rektor salah satu kampus ternama di negeri ini. Ia ditangkap di
salah satu hotel, sedang bersama seorang mahasiswi dan terungkaplah
keduanya positif menggunakan narkoba. Maasyaa Allah, padahal kepakarannya di bidang hukum, tapi jam tiga dini hari ditangkap polisi dalam keadaan seperti demikian.

Demikianlah jika ilmu tidak berkah. Sesungguhnya, ilmu adalah ciptaan
Allah, tujuannya atau ujungnya adalah supaya manusia semakin mengenal,
yakin, takut dan dekat kepada Allah Swt. Sehingga kedalaman dan
keberkahan ilmu itu tidak dilihat dari banyaknya gelar, tapi diukur dari
rasa takut kepada Allah Swt. Makanya, ulama itu pengertiannya adalah
orang yang takut kepada Allah, sehingga meski ia tidak bersorban, tidak
berceramah di mimbar-mimbar namun rasa takutnya sangat besar kepada
Allah, maka sesungguhnya ia orang yang berilmu tinggi.

Takut kepada Allah akan membuat seseorang semakin mendekat
kepada-Nya. Semakin ia takut kepada Allah, maka semakin ia akan menjauhi
maksiat dan mempertebal ibadahnya. Semakin jauh ia dari maksiat dan
semakin kuat ibadahnya, maka semakin mulialah ia dan semakin tinggilah
derajatnya di hadapan Allah Swt.

Maka, penting bagi kita untuk selalu menyeimbangkan antara ilmu
pengetahuan kita tentang dunia, dengan ilmu tentang Allah. Terlalu kita
pintar memahami dunia ini, jika tanpa dikuatkan dengan ilmu tauhiid,
maka akan mudah kita untuk tersesat. Namun, jika kuat pula ilmu tauhiid
kita, maka segala pengetahuan kita tentang dunia ini akan mengantarkan
kita pada puncak keyakinan kepada Allah Swt. Inilah orang yang akan
Allah tinggikan derajatnya.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita, sehingga
kita termasuk orang-orang yang sungguh-sungguh mencari ilmu yang
berkah, yang mengantarkan kita kepada ketinggian derajat di hadapan
Allah Swt. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]