Jika surga akhirat sangat didambakan, ternyata “surga dunia” tentunya dibutuhkan. Surga dunia yang dimaksud adalah kebahagiaan hidup, yang bisa jadi, didapat berkat keluarga harmonis, anak-anak berbakti, kesehatan prima, kekayaan, karir cemerlang, bisnis sukses, ataupun kebermanfaatan terhadap sesama. Kalau saja salah satu atau beberapa dari hal ini terjadi sebaliknya, maka bisa jadi, “neraka dunia” yang dirasakan.

Salah satu tauladan Rasulullah saw dalam menjemput surga dunia dan surga akhirat kelak adalah dengan menafkahkan harta kita di jalan Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Wakaf ternyata adalah sedekah istimewa yang tidak hanya dalam konteks menolong sesama, tetapi juga membangun ekonomi umat, serta memberikan pahala tanpa batas kepada mereka yang melaksanakannya.

Banyak ulama yang menegaskan, bahwa derajat kedermawanan seseorang, dilihat dari seberapa besar nilai wakaf yang dia laksanakan. Karena seorang yang berwakaf telah mengikhlaskan harta terbaik yang dicintainya berubah menjadi kepemilikan umat.

Inilah kebajikan yang sempurna sebagaimana firman Allah SWT, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS Ali Imran[3] : 92)

Inilah “membeli surga” yang dimaksud. Kata “beli” adalah sebuah simbol ajakan dalam meraih ridho Illahi, dengan cara terus menggerakkan keikhlasan hati dalam mengeluarkan sebagian penghasilan dan kekayaan yang kita miliki untuk membantu sesama, membantu umat, dan menabung pahala yang kita butuhkan untuk bisa masuk kepada surga Allah kelak.

Derajat wakaf disejajarkan oleh Rasulullah dengan Ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakan orangtuanya. Rasululan bersabda, “Ketika manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amal pahalanya, kecuali dari perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.” (HR Muslim)

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) sebagai salah satu lembaga wakaf profesional menyediakan kesempatan untuk dapat membeli surga dunia dan surga akhirat. Wakaf DT memberikan peluang tersebut  dengan lima prorgram wakaf, yakni Wakaf Masjid 3 in 1, Wakaf Asrama Tahfiz, Wakaf Ketahanan Pangan, Wakaf Quran Plus, dan Wakaf Umum.

Kelima program tersebut, selaian mengalirkan pahala mengalir abadi, juga memiliki kelebihan dengan penekanan pemanfaatannya masing-masing. Dengan ikut berwakaf Masjid 3 in 1, wakif (pewakaf) berarti telah ikut membantu umat muslim di tiga wilayah untuk salah berjamaah.

Sementara itu, dengan berwakaf Asrama Tahfiz, wakif ikut melahirkan generasi Penghafal Quran yang disiapkan menjadi guru tahfiz. Nantinya mereka akan menyebarkan lagi ilmu al-Qurannya.

Wakaf Quran Plus juga memberikan kesempatan bagi wakif untuk ikut melahirkan generasi Pengahfal Quran, di samping membumikan Quran dengan menyebarkan wakaf Quran dke berbagai pelosok di Indonesia. Hal dikarenakan Quran yang diwakafkan merupakan Quran khusus hafalan.

Berbeda dengan dua wakaf lainnya, Wakaf Ketahanan Pangan yang merupakan Wakaf Produktif lebih menitikberatkan kepada pemberadayaan ekonomi, terutama para petani. Pengelolaan perwasahan yang menjadi aset wakafnya ini dilakukan oleh para petani penggarap untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Sebagian hasilnya juga akan digunakan untuk pengembangan aset wakaf lainnya. []