
Penulis: Farhan Fitra Hillah/Magang
Kurma merupakan buah yang sering kita temui di bulan Ramadan. Buah tersebut menjadi pilihan utama bagi umat muslim untuk mengawali buka puasa. Berkat kandungan serta nutrisinya yang melimpah, kudapan istimewa ini cocok bagi tubuh yang membutuhkan asupan setelah lamanya berpuasa.
Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umatnya untuk memakan buah kurma ketika berbuka puasa. Sebagaimana yang tertuang dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud berikut:
عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قال : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ رواه أحمد، وأبو داوود.
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa buah ruthab (kurma basah) sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma kering). Jika tidak ada (kurma kering), maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (Hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud).
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ
“Dari Salman bin Amir radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, bila kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma, karena kurma itu barakah. Kalau tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu mensucikan.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Nabi Muhammad ﷺ mengonsumsi buah kurma dengan jumlah ganjil, biasanya berjumlah tiga butir. Selain itu, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan jumlah ganjil lainnya, misalnya 1, 3 ,5, 7, atau 9 butir kurma. Memakan kurma dengan jumlah ganjil ini termuat dalam hadis riwayat Bukhari berikut:
“Adalah Rasulullah SAW tidak pergi untuk melaksanakan salat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil.” (HR Bukhari).
Kemudian dalam hadis riwayat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Rasulullah SAW mengatakan kurma ajwa berkhasiat untuk menangkal racun dan sihir. Beliau bersabda:
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”
Namun, apakah harus dengan jumlah ganjil? Tentu tidak, seorang muslim masih boleh untuk menyantap kurma dengan jumlah genap atau yang lainnya, tetapi jumlah ganjil tetap diutamakan dan disunnahkan.
Dalam beberapa penelitian, terungkap bahwa mengonsumsi buah kurma dengan jumlah genap akan menaikkan kadar gula dalam darah dan potassium tanpa memberi energi yang cukup pada tubuh. Berbanding terbalik jika seseorang memakannya dengan jumlah ganjil
Manfaat Kurma untuk Kesehatan
Terlepas dari sunnahnya, kurma memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Dilansir dari sumber detik.com, halodoc, dan alodokter, berikut manfaat kurma bagi kesehatan tubuh:
1. Tubuh Menjadi Bertenaga
Seharian berpuasa penuh selama kurang lebih 12 jam membuat tubuh lelah dan lemas. Dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menyatakan bahwa mengonsumsi kurma dapat mengembalikan energi yang hilang selama beraktivitas seharian. Kurma juga memiliki kandungan gula alami fruktosa dan glukosan yang membantu nutrisi diserap lebih mudah oleh tubuh.
2. Meredakan Rasa Lapar
Kandungan serat yang ada dalam kurma efektif untuk mengganjal perut dari rasa lapar. Kandungan ini juga dapat mencegah seseorang untuk makan sekaligus dan berlebihan ketika berbuka puasa.
3. Menyehatkan Jantung
Buah kurma ternyata dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung karena kandungan antioksidan dan phytochemicalnya. Kandungan kalium pada kurma juga turut menjaga kesehatan jantung dengan cara mengurangi tekanan darah tinggi yang sering kali memicu penyakit jantung.
4. Meningkatkan Kesehatan Otak
Menurut penelitian Musthafa Mohamed Essa Ph. D menyatakan buah kurma memiliki kemampuan melindungi otak dari stress oksidatif. Hal tersebut dapat terjadi karena kurma merupakan buah yang kaya akan serat, fenolat total dan antioksidan alami. Selain itu keberadaan senyawa polifenol membantu dalam pengobatan Alzheimer.
5. Gula Darah yang Stabil
Walaupun kurma memiliki rasa yang manis, tetapi ia memiliki indeks glikemik yang rendah. Gula darah tidak akan mengalami lonjakan selama buah kurma tidak dikonsumsi berlebih. Maka dari itu, buah kurma dapat dinikmati oleh penderita diabetes.
6. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Buah kurma tinggi akan serat dan asam amino. Kedua kandungan ini berfungsi untuk melancarkan kinerja saluran pencernaan agar optimal, mengurangi bakteri pada usus, serta mencegah diare dan sembelit ketika puasa.
7. Menyeimbangkan Elektrolit pada Tubuh
Kalium dan magnesium yang terkandung dalam buah kurma membantu untuk tubuh menjaga hidrasi yang cukup, mendukung sinyal saraf dan fungsi otot.
Mengonsumsi buah kurma ketika puasa tidak hanya mendapatkan pahala dari amalan sunnahnya, tetapi juga menawarkan kesehatan untuk tubuh. Setelah seharian menahan rasa lapar dan haus, kurma menjadi jawaban untuk memenuhi perut dan dahaga seorang muslim, terutama saat berbuka puasa.