Mendorong Literasi Reksa Dana di Bandung melalui Kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana
Bandung, 20 April 2026
Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp679,24 Triliun jika dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp502,92 Triliun. Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp804,87 Triliun pada akhir 2024 menjadi Rp1.007,65 Triliun pada akhir 2025. Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang stagnan. Pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi di tahun 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap dilanjutkan dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Teproteksi dan Reksa Dana Saham. Sedangkan jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan adalah Reksa Dana Indeks. Hal ini menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif – moderat dalam berinvestasi.
Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir tahun 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23%, Reksa Dana Campuran 12,48%, lalu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96%, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18%. Pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan IHSG di tahun 2025 sebesar 22,13%.
Sedangkan dari sisi jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan, dimana berdasarkan data SID dari KSEI hingga akhir tahun 2025 adalah sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23% dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024. Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia di bawah 30 tahun, yang mencapai 54,24% dari total investor. Hal ini menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda.
Sehubungan dengan hal tersebut, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) yang mewadahi 6 asosiasi yang terkait di industri Reksa Dana dan pelaku pengelolaan investasi di Indonesia, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat.
Di tahun 2026, sinergi antara Asosiasi, OJK dan SRO untuk mendorong literasi serta inklusi Reksa Dana kepada masyarakat di Indonesia ini diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di beberapa kota di Indonesia. Dalam kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini, APRDI dengan didukung oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan roadshow di 6 kota di Indonesia, yaitu Surabaya (7-8 April), Semarang (9-10 April), Medan (14-15 April), Makassar (16-17 April), dan Bandung (20-21 April) & Palembang (23 April).
Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Bandung diawali dengan penyelenggaraan kelas edukasi investasi Reksa Dana bagi jurnalis yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Barat. Selain itu itu, edukasi bagi mahasiswa juga dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI, yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Islam Negeri Bandung (UIN), Universitas Sangga Buana YPKP, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Informatika & Bisnis (UNIBI). Sebagai puncak rangkaian kegiatan SOSEDU APRDI 2026, pada tanggal 27 April 2026 akan diselenggarakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Bapak Darwisman selaku Kepala OJK Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa keberhasilan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada regulator dan pelaku industri, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat. Oleh karena itu, kelas edukasi PINTAR Reksa Dana yang diselenggarakan di Kantor OJK Jawa Barat bagi wartawan menjadi langkah strategis untuk peningkatan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip investasi terencana dan berkala sehingga media dapat turut menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada publik. Hal tersebut diharapkan akan berdampak terhadap semakin banyaknya masyarakat yang menjadi investor yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Darwisman menekankan bahwa program PINTAR Reksa Dana bukan sekadar kampanye, melainkan gerakan untuk menumbuhkan budaya investasi yang disiplin, berorientasi jangka panjang, dan sesuai dengan profil risiko masyarakat, serta menjadikan media sebagai mitra penting dalam memperluas literasi keuangan di Jawa Barat dan Indonesia.
Ibu Evie Sulistyani selaku Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini jumlah investor reksa dana terus meningkat, namun angkanya masih relatif kecil dibandingkan dengan total populasi usia produktif di Indonesia. Peningkatan jumlah investor menunjukan adanya ruang pertumbuhan partisipasi masyarakat dalam investasi masih sangat terbuka. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menumbuhkan literasi dan kepercayaan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem investasi agar berkembang secara selaras dan berkelanjutan.
“Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana merupakan salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Dengan adanya PINTAR Reksa Dana, diharapkan dapat memperluas akses investasi bagi masyarakat serta menumbuhkan budaya investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang”, ujar Ibu Evie Sulistyani.
Mauldy Rauf Makmur, Direktur Eksekutif Dewan APRDI, menyampaikan “Pertumbuhan signifikan dana kelolaan Reksa Dana di tahun 2025 mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional. Kinerja positif ini, yang juga didukung oleh pertumbuhan investor – khususnya generasi muda – dan menjadi momentum penting bagi industri untuk terus memperluas literasi dan inklusi. Melalui rangkaian SOSEDU APRDI 2026, kami ingin menyampaikan edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa, serta mendorong partisipasi aktif para peserta melalui kompetisi kreatif, yaitu lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa. Dengan pendekatan yang lebih aktif dan kreatif ini, kami ingin mendorong peningkatan pemahaman investasi Reksa Dana, sehingga masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana.”
Mauldy menambahkan bahwa APRDI telah menyiapkan hadiah menarik sejumlah total Rp55 juta sebagai hadiah dalam kompetisi lomba penulisan artikel bagi wartawan dan lomba pembuatan Reels Instagram Reels bagi mahasiswa. Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja. Seluruh karya yang diikutsertakan dalam lomba, baik dari wartawan maupun mahasiswa, wajib dipublikasikan selama periode Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung pada tanggal 25 April hingga 1 Mei 2026.
Untuk mendorong pertumbuhan industri dan pengelolaan investasi Reksa Dana ke depannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK.